IDENTITAS — Lionel Andres Messi dikenal luas sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa. Sepanjang kariernya, ia telah memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk delapan Ballon d'Or dan enam Sepatu Emas Eropa. Artikel ini mengulas perjalanan hidup Messi secara lengkap, mulai dari masa kecil di Argentina, puncak kariernya bersama klub-klub top (Barcelona, PSG, Inter Miami), hingga peran pentingnya di timnas Argentina serta kehidupan pribadinya.
Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Lionel Messi lahir pada 24 Juni 1987 di Rosario, provinsi Santa Fe, Argentina. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana: ayahnya bekerja di pabrik logam dan ibunya bekerja paruh waktu. Sejak usia lima tahun, Messi sudah bermain sepak bola untuk klub lokal Grandoli dan kemudian pada 1995 bergabung dengan akademi Newell’s Old Boys di Rosario. Di Newell’s, ia menjadi bagian dari tim muda yang nyaris tak terkalahkan (hanya sekali kalah dalam empat tahun) dan mendapat julukan “Mesin 87” karena tahun kelahirannya.
Pada usia 11 tahun, Messi didiagnosis mengalami kekurangan hormon pertumbuhan, yang menghambat perkembangannya. Kondisi ini membuat Los Millonarios (River Plate) tertarik, namun mereka tak mampu membiayai perawatan medisnya. Barcelona akhirnya turun tangan: direktur olahraga mereka, Carles Rexach, secara dramatis menawarkan kontrak kepada Messi di atas serbet kertas saat bertemu Messi dan ayahnya. Barcelona menyetujui untuk membayar biaya pengobatan Messi jika ia bersedia pindah ke Spanyol. Ia pun bersama ayahnya pindah ke Barcelona dan masuk ke akademi muda klub tersebut. Keputusan ini menjadi titik awal karier Messi di kancah Eropa.
Karier Klub
FC Barcelona (2004–2021)
Setelah meniti jenjang di akademi muda Barcelona, Messi membuat debut tim utama pada 16 Oktober 2004 melawan Espanyol ketika usianya baru 17 tahun. Debut dini itu menjadi awal pembuktian bakat luar biasanya. Dalam musim 2008–2009, Messi sudah menjadi tokoh sentral di tim yang meraih treble (La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions UEFA) pertama klub tersebut. Pada periode inilah ia meraih Ballon d'Or pertamanya (2009) dan menjadi pencetak gol andalan Barcelona.
Karier Messi di Barcelona ditandai oleh rekor demi rekor. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub (dengan 672 gol di semua kompetisi) dan memecahkan banyak rekor liga (termasuk 474 gol di La Liga). Bersama Barcelona ia mengoleksi puluhan gelar: termasuk 10 gelar juara La Liga dan 4 gelar Liga Champions UEFA. Barcelona juga meraih banyak gelar Copa del Rey, Piala Super Spanyol, serta gelar antar-klub Eropa. Keberhasilan tersebut membuat Messi meraih Ballon d’Or sebanyak enam kali saat di Barcelona (selain gelar individu, ia juga memenangkan 6 Sepatu Emas Eropa untuk pencetak gol terbanyak di liga-liga Eropa).
Selama dua dekade di Camp Nou, Messi dikenal sebagai playmaker kreatif sekaligus penyerang produktif. Ia membentuk trisula maut bersama Xavi Hernández dan Andrés Iniesta, yang dikenal sebagai inti gaya “tiki-taka” Barcelona. Selain kecepatan, dribel indah, dan visi bermainnya, Messi juga terkenal karena mental juara dan kerja kerasnya. Pada akhirnya, kesulitan finansial Barcelona memaksa Messi meninggalkan klub ini pada 2021 setelah 21 tahun berkostum Blaugrana.
Paris Saint-Germain (2021–2023)
Pada Agustus 2021, Messi menandatangani kontrak dua tahun bersama klub Prancis Paris Saint-Germain (PSG). Langkah ini menandai babak baru dalam kariernya setelah seluruh karier sebelumnya di Barcelona. Di PSG, ia kembali bermain bersama beberapa rekan senegara (seperti Neymar dan Di MarÃa) dan tim yang dipenuhi bintang. Messi membantu PSG meraih gelar juara Ligue 1 Prancis pada musim 2021–2022. Ia mencetak gol penting saat PSG menjuarai liga tersebut, menyamakan rekor 10 gelar juara Liga Prancis untuk PSG. Secara keseluruhan, ia meraih dua gelar Ligue 1 selama dua musim di PSG (2022 dan 2023), melengkapi rekor gelar domestik dalam kariernya.
Inter Miami CF (2023–Sekarang)
Pada Juli 2023, Messi memulai petualangan baru dengan bergabung ke klub MLS Inter Miami CF di Amerika Serikat. Kepindahan ini memberikan dampak besar bagi klub tersebut. Hanya beberapa bulan setelah kedatangannya, Inter Miami sukses menjuarai Leagues Cup 2023 – trofi resmi pertama klub di era profesional. Dalam final Leagues Cup pada Agustus 2023, Messi mencetak satu gol spektakuler dan menjadi pemain penting dalam kemenangan tim lawan Nashville SC, memastikan gelar bersejarah tersebut. Kontribusi Messi di Inter Miami terbukti dengan prestasi individual, seperti penghargaan Pemain Terbaik dan Pencetak Gol Terbanyak Leagues Cup 2023 untuk dirinya. Saat artikel ini ditulis (Desember 2025), Messi masih aktif memperkuat Inter Miami, melanjutkan peran barunya di Major League Soccer.
Peran di Tim Nasional Argentina
Lionel Messi memegang peran sentral di tim nasional Argentina. Sejak debut internasionalnya pada 2005, ia perlahan menjadi ujung tombak tim. Messi resmi menjadi kapten Argentina sejak Agustus 2011, menggantikan Javier Mascherano. Sebagai kapten, Messi memimpin timnas Argentina ke sejumlah final besar: Piala Dunia 2014 di Brasil serta dua final Copa América berturut-turut (2015 dan 2016). Meskipun pada saat itu Argentina belum berhasil menjadi juara, pengalaman tersebut memperkuat tekad dan mental juara Messi.
Pada akhirnya, Messi mengantarkan Argentina memecahkan paceklik gelar 28 tahun dengan memenangkan Copa América 2021 (mengalahkan Brasil di final) serta Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Ia juga berhasil membawa Argentina kembali menjuarai Copa América pada 2024. Sepanjang karier internasionalnya, Messi telah menjadi pencetak gol terbanyak Argentina dan mengukir berbagai rekor. Dua gelar Copa América dan satu gelar Piala Dunia yang diraihnya mengokohkan status Messi sebagai legenda timnas, sekaligus menambah pundi-pundi prestasinya.
Prestasi Utama
Messi adalah peraih delapan Ballon d’Or (rekor terbanyak untuk seorang pemain pria). Setiap gelar Ballon d’Or mencerminkan musim luar biasa bersama klub maupun timnas. Selain itu, ia meraih empat gelar Liga Champions UEFA bersama Barcelona, menjadi salah satu aset paling berharga di era kejayaan Barcelona. Dengan Argentina, ia meraih dua gelar Copa América (2021, 2024) dan satu gelar Piala Dunia 2022. Total trofi juara dalam karier Messi sangat banyak – lebih dari 40 gelar skala klub dan internasional – menempatkannya sebagai salah satu pemain paling berjaya di sejarah sepakbola.
Secara pribadi, Messi juga meraih banyak penghargaan individu. Selain Ballon d’Or delapan kali, ia memenangi Sepatu Emas Eropa sebanyak enam kali (pencetak gol terbanyak di liga-liga top Eropa), serta menjadi FIFA World Player of the Year beberapa kali. Keberhasilan ini merefleksikan dominasi Messi di lapangan yang telah mewarnai dua dekade terakhir sepakbola dunia.
Kehidupan Pribadi
Di luar lapangan, Messi adalah sosok yang rendah hati dan fokus pada keluarga. Ia menikah dengan kekasih masa kecilnya, Antonela Roccuzzo, yang juga berasal dari Rosario. Pasangan ini dikaruniai tiga anak: Thiago (lahir 2012), Mateo, dan Ciro. Keluarga selalu menjadi prioritas Messi, dan ia sering membagikan momen kebersamaan mereka.
Messi juga aktif dalam kegiatan sosial. Pada 2007 ia mendirikan Leo Messi Foundation, sebuah yayasan yang berfokus pada akses pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak kurang mampu. Ikrar ini terinspirasi oleh perjuangannya sendiri dalam menanggulangi kekurangan hormon di masa kecil. Selain itu, sejak 2010 Messi diangkat sebagai Duta Kebaikan (Goodwill Ambassador) UNICEF. Lewat UNICEF, ia terlibat dalam misi kemanusiaan, membantu anak-anak yang terkena bencana, dan mengkampanyekan hak-hak anak. Kepeduliannya ini semakin menunjukkan bahwa di balik ketenarannya, Messi senantiasa berusaha memberi inspirasi dan bantuan kepada generasi muda.
Warisan dan Inspirasi
Kisah hidup Lionel Messi telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Perjalanan kariernya – dari bocah kecil di Rosario yang berjuang menaklukkan penyakit hingga menjadi megabintang dunia – mengajarkan tentang tekad, kerja keras, dan kerendahan hati. Messi pernah dinyatakan kekurangan hormon pertumbuhan, tetapi ia tidak menyerah. Komunitas bola sering memuji keteguhan hatinya; sebagai seorang anak kecil, ia bahkan pernah dilarang oleh pelatih lokal karena tubuhnya dinilai terlalu kecil, tetapi semangat pantang menyerah Messi justru lebih kuat. Berkat tekad inilah Messi berhasil “bangkit dari titik terendah” dan akhirnya dianggap sebagai idola banyak orang.
Prestasi dan sikapnya di lapangan memperkuat citra Messi sebagai panutan. Ia terkenal disiplin, rendah hati, dan jarang terlibat kontroversi. Banyak pemain muda mengidolakan Messi bukan hanya karena skill, tetapi juga karena kepribadiannya yang tenang dan dedikasinya terhadap sepakbola. Messi beberapa kali masuk daftar orang berpengaruh, seperti majalah Time (Person of the Year 2023) serta mendapat penghargaan-penghargaan bergengsi dunia lainnya. Kesuksesannya di Amerika Serikat dengan Inter Miami juga semakin menyebarkan pengaruhnya global.
Melalui segala pencapaian dan usahanya, Messi tetap menjadi simbol inspiratif. Dari lapangan bola ia menyebarkan pesan bahwa kegigihan dan kerja keras dapat mengatasi segala hambatan. Bagi banyak orang, kisah Lionel Messi bukan hanya cerita olahraga, melainkan pelajaran hidup tentang mimpi yang menjadi nyata melalui ketekunan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar