Membongkar Mitos Amarah: Menemukan Jalan Menuju Kesadaran dan Ketenangan - I D E N T I T A S

Breaking

Sabtu, 20 Desember 2025

Membongkar Mitos Amarah: Menemukan Jalan Menuju Kesadaran dan Ketenangan

Jennifer Parlamis

IDENTITAS - Amarah, emosi yang kuat dan kompleks, seringkali dianggap sebagai sumber stres dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita yang percaya bahwa melampiaskan emosi, seperti berteriak atau menghancurkan benda, dapat membantu menenangkan diri dan mengurangi tekanan. Namun, apakah benar bahwa melampiaskan emosi dapat membantu kita menenangkan diri, atau justru membantu keadaan?

Menurut Psikolog Sosial Jennifer Parlamis, penjelasannya tidak sepenuhnya benar. Dalam penelitiannya, Parlamis mengungkap mitos umum tentang kemarahan dan menunjukkan bahwa rasa ingin tahu, bukan katarsis, dapat membuat kita tetap tenang. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi sains mengejutkan di balik amarah manajemen dan mempelajari alat empati praktis untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan diri sendiri dan orang lain.

Mitos Amarah: Katarsis vs Rasa Ingin Tahu

Katarsis, konsep yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, berarti proses pelepasan emosi negatif melalui ekspresi atau tindakan. Banyak orang percaya bahwa melampiaskan emosi dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Namun, penelitian Parlamis menunjukkan bahwa katarsis tidak selalu efektif dalam mengurangi amarah. Selain itu, melampiaskan emosi dapat melemahkan keadaan dengan memicu respons stres dan meningkatkan tekanan darah.

Di sisi lain, rasa ingin tahu dapat membantu kita memahami dan mengelola emosi dengan lebih efektif. Rasa ingin tahu memungkinkan kita mengamati emosi kita tanpa menghakimi atau mengkritik, sehingga kita dapat memahami sumber amarah dan menemukan solusi yang lebih konstruktif. Dengan demikian, rasa ingin tahu dapat membantu kita mengembangkan kesadaran diri dan mengurangi stres.

Empat Alat Praktis untuk Membangun Hubungan yang Lebih Kuat

Berikut adalah empat alat praktis yang dapat membantu kita membangun hubungan yang lebih kuat dengan diri sendiri dan orang lain:

  1. Meditasi Kesadaran : Meditasi kesadaran dapat membantu kita mengembangkan rasa ingin tahu dan mengamati emosi kita tanpa menghakimi. Dengan menerapkannya, kita dapat memahami sumber amarah dan menemukan solusi yang lebih konstruktif.
  2. Jurnal Emosi : Menulis jurnal emosi dapat membantu kita memahami pola emosi kita dan mengidentifikasi sumber amarah. Dengan jurnal, kita dapat mengembangkan kesadaran diri dan menemukan solusi yang lebih efektif.
  3. Komunikasi Empatik : Komunikasi empatik dapat membantu kita memahami perspektif orang lain dan mengembangkan kesadaran diri. Dengan komunikasi empatik, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang lain dan mengurangi konflik.
  4. Aktivitas Fisik : Aktivitas fisik dapat membantu kita mengurangi stres dan kecemasan. Melalui aktivitas fisik, kita dapat mengembangkan kesadaran diri dan menemukan solusi yang lebih konstruktif untuk mengelola emosi.

Amarah adalah emosi yang kuat dan kompleks yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Namun, dengan memahami ilmu pengetahuan yang mengejutkan di balik manajemen amarah, kita dapat menemukan jalan menuju kesadaran dan ketenangan. Dengan menggunakan alat empat praktis di atas, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan diri sendiri dan orang lain, serta mengurangi stres dan kecemasan. Ingat, rasa ingin tahu bukan katarsis bisa membuat kita tetap tenang. Mari kita mulai memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, dan menemukan jalan menuju kesadaran dan ketenangan yang lebih dalam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar