COREinsight — Lee Su-min (35), putri dari komedian legendaris Lee Yong-sik, baru saja membagikan rahasia di balik transformasi tubuh yang mengesankan. Dalam sebuah video terbaru di kanal YouTube Appo TV, Ia menampilkan momen kebersamaannya dengan sang suami, Won Hyuk. Penasaran dengan tubuh istrinya yang tetap langsing meski hobi makan, Won Hyuk pun bertanya, "Bagaimana bisa kamu menurunkan berat badan sebanyak itu padahal porsi makanmu tetap banyak?"
Dengan santai, Lee Su-min menjawab bahwa ia menerapkan pola makan satu kali sehari (One Meal A Day). Namun, Won Hyuk menjawab dengan candaan bahwa porsinya bahkan terasa lebih sedikit dari satu kali makan. Perlu diketahui, Su-min sebelumnya sempat mencuri perhatian publik setelah berhasil memangkas bobot tubuhnya sebanyak 30 kg hanya dalam tempo empat bulan pasca-melahirkan.
Metode yang dijalani Su-min sejatinya merupakan bentuk ekstrem dari puasa intermiten. Secara ilmiah, metode ini bekerja dengan cara mengatur ulang metabolisme melalui jendela puasa yang panjang.
Kuncinya terletak pada menekan sekresi insulin dan memicu proses autophagy sebuah mekanisme internal tubuh untuk "membersihkan" sampah-sampah seluler yang tidak diperlukan lagi. Saat durasi puasa diperpanjang, cadangan energi menipis, memaksa tubuh untuk beralih membakar lemak menjadi bahan bakar utama.
Selain penurunan berat badan, proses ini sering dikaitkan dengan penurunan peradangan dan peningkatan resistensi insulin. Namun, ada sisi gelap yang harus diwaspadai: melakukan metode 'satu kali makan' dalam jangka panjang sangat berisiko bagi kesehatan. Tubuh manusia tetap membutuhkan asupan nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, dan protein yang sulit tercukupi hanya dalam satu sesi duduk di meja makan.
Jika dilakukan secara sembarangan, diet ini dapat memicu penurunan sistem kekebalan tubuh, kerontokan rambut, hingga hilangnya elastisitas kulit. Lebih jauh lagi, tubuh yang terus-menerus merasa kekurangan energi akan menurunkan laju metabolismenya. Akibatnya, kita justru rentan mengalami efek yoyo berat badan malah lebih mudah naik meski hanya makan sedikit di kemudian hari.
Bagi Anda yang tertarik mencoba puasa intermiten, kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan nutrisi. Pastikan asupan protein, lemak sehat, dan serat tetap terpenuhi demi menjaga massa otot serta rasa kenyang yang lebih lama.
Selain gizi, konsistensi adalah koententitas yang terpenting. Sebuah studi dalam Proceedings of the Nutrition Society mengungkapkan bahwa mereka yang makan secara teratur memiliki sensitivitas insulin yang lebih baik serta kadar kolesterol LDL yang lebih rendah.
Jadi, daripada memangkas porsi secara ekstrem, menjaga ritme makan yang teratur ternyata jauh lebih efektif untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sekaligus menjaga kesehatan metabolisme dalam jangka panjang.
_11zon%20(1).jpg)

_11zon%20(1).jpg)