SEJARAH, COREinsight - Mungkin kita sering lupa bahwa Wallace Collection dulunya adalah kediaman megah para Marquess of Hertford. Faktanya, tempat ini hanyalah satu dari empat hunian mewah milik keluarga bangsawan tersebut, yang tersebar di London, Suffolk, Paris, hingga Irlandia Utara.
Menatap fasad bangunannya, kita seolah diajak memecahkan teka-teki arsitektur yang menarik. Sekilas, bangunan ini tampak seragam, namun pengamatan yang lebih jeli akan mengungkap tiga fase pembangunan berbeda yang terentang selama lebih dari 120 tahun.
Di balik pintu masuk, sisi kiri dan kanan bangunan dihiasi oleh dua tingkat jendela yang simetris. Bagian tengahnya, yang dipertegas oleh empat pilar putih menjulang atau dikenal sebagai pilaster adalah sisa-sisa bangunan bergaya Georgia yang dahulu dijuluki Manchester House. Kediaman ini dibangun pada tahun 1776 oleh arsitek John Crunden untuk Adipati Manchester ke-4, sosok yang namanya kemudian diabadikan sebagai nama alun-alun di kawasan tersebut.
Kisah rumah ini berlanjut ketika Sir Richard Wallace mengaku dari sepupunya, Marquess Hertford ke-5, dalam kondisi terbengkalai selama tiga puluh lima tahun. Mulai tahun 1872, Wallace melakukan transformasi radikal; ia menambahkan sayap pada sisi depan dan mengukir bangunan lama dengan batu bata merah yang menyala. Meski pengerjaan ini sering dikaitkan dengan Thomas Benjamin Ambler, penelitian terbaru mengungkap bahwa Ambler hanyalah seorang surveyor. Rupanya, seperti koleksi seni yang ia kumpulkan, Sir Richard Wallace sendiri yang menjadi otak kreatif di balik perubahan besar ini.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1897, Sir John Taylor arsitek sipil ternama yang juga merancang aula masuk Galeri Nasional, menambahkan pintu masuk utama bergaya Dorik yang kita lihat hari ini. Jika Anda memperhatikan dengan seksama, struktur porte cochère ini terasa agak terlalu megah untuk proporsi bangunannya.
Sentuhan terakhir Taylor adalah mengubah tata ruang rumah tinggal ini menjadi museum publik. Ia menyulap area yang dulunya merupakan kandang kuda, garasi kereta, ruang merokok, dan kamar-kamar pribadi menjadi ruang galeri yang mewah. Sejak resmi dibuka untuk umum, berbagai perubahan telah dilakukan demi memastikan museum ini tetap menjadi ruang yang ramah bagi setiap pengunjung yang datang.
Sumber : https://artsandculture.google.com/story/7gXhnC4mXIVu0Q
_11zon%20(1).jpg)
_11zon%20(1).jpg)