Iklan

Warga Binaan Lapas Atambua Gelar Jalan Salib Hidup

C O R E I N S I G H T
, Jumat, April 03, 2026 WIB
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Warga Binaan Lapas Atambua Gelar Jalan Salib Hidup 

COREinsight - Warga binaan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas IIB Atambua memperingati Hari Raya Jumat Agung dengan menampilkan “Jalan Salib Hidup”, mengisahkan penderitaan Yesus hingga penyaliban‑Nya.

Jumat Agung merupakan bagian dari Tri Hari Suci Paskah yang dipandang sebagai momen pembaruan iman bagi umat Kristiani. Melalui peragaan Jalan Salib, Warga binaan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas IIB Atambua tidak hanya menghidupkan kembali kisah sengsara Kristus, tetapi juga melakukan refleksi pribadi atas pengorbanan Tuhan demi penebusan dosa umat manusia.

Acara tersebut dihadiri oleh Romo Yohanes Lae, Pr., para petugas Lapas, peserta magang, serta para pengunjung Lapas. Perayaan berlangsung di halaman Lapas Kelas IIB Atambua pada hari Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 08.30 WITA.

Penghayatan yang mendalam terasa kuat, banyak penonton meneteskan air mata saat menyaksikan para pemeran menirukan penderitaan Yesus hingga penyaliban. Kristoforus Taslulu, salah satu napi yang memerankan Yesus, mengungkapkan rasa bangga dan syukur karena dipercaya memainkan peran tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada seluruh petugas Lapas serta teman‑teman napi yang telah memberikan dukungan sehingga saya dapat menghidupi Penderita Yesus. Semoga pengalaman ini menjadi titik tolak pertobatan, khususnya bagi diri saya sendiri,” ujar Kristoforus.

Romo Yohanes Lae, Pr., menyampaikan apresiasi atas penampilan para warga binaan Lapas Atambua pada peringatan Jumat Agung. Ia menegaskan bahwa proses ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk memikirkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus.

“Perayaan Jumat Agung di Lapas Atambua menunjukkan sinergi antara warga binaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, peserta magang, dan petugas Lapas. Bersama‑sama mereka menciptakan ruang refleksi yang menarik, menelusuri perjalanan Yesus mulai dari penangkapan hingga pemakaman,” kata Romo Yohanes.

Ia menambahkan, “Para napi mempersembahkan sebuah ruang refleksi yang sungguh-sungguh menghayati penderitaan Kristus, mengingatkan kita bahwa melalui penderitaan itu kita dapat memperoleh kemuliaan yang akan dirayakan pada Paskah.”

Sementara itu, Kepala Sub‑Seksi Registrasi dan Pembinaan kepribadian Lapas Kelas IIB, Yohanes K. Luman, menjelaskan bahwa prosesi Jalan Salib merupakan hasil kolaborasi antara Lapas dan Kantor Kementerian Agama Atambua, yang dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan.

“Kegiatan ini kami laksanakan bersama Kementerian Agama sebagai mitra pelatihan rohani. Penyuluh agama Katolik, yang selama ini menjadi sahabat Lapas, ikut berperan aktif dalam persiapan dan pelaksanaan Jalan Salib,” ujar Yohanes.

Komentar

Tampilkan

Terkini