![]() |
| John Gottmans dan Julie |
IDENTITAS - Di dunia di mana angka perceraian tetap tinggi dan hubungan sering menghadapi gejolak, pertanyaan tentang bagaimana mempertahankan pernikahan yang langgeng tetap relevan seperti sebelumnya. Selama lebih dari lima dekade, Julie dan John Gottman ilmuwan hubungan yang terkenal di dunia tidak hanya mempelajari dinamika kemitraan tetapi juga menerapkan nasihat mereka dalam pernikahan mereka sendiri yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun. Keahlian mereka, yang berakar pada penelitian dan praktik klinis selama beberapa dekade, menawarkan peta jalan bagi pasangan yang ingin membangun hubungan yang langgeng. Baru-baru ini, pasangan ini tampil di podcast How to Be a Better Human , yang dipandu oleh Chris Duffy, untuk berbagi kebijaksanaan mereka tentang cinta, komunikasi, dan seni berdebat secara produktif. Artikel ini merangkum wawasan mereka menjadi langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti untuk memelihara pernikahan yang tangguh.
Keluarga Gottman: Dari Penelitian ke Kehidupan Nyata
Julie dan John Gottman adalah salah satu tokoh yang paling dihormati di bidang terapi pernikahan. John, seorang psikolog dan matematikawan, dan Julie, seorang sosiolog dan terapis, mempelopori "Ilmu Hubungan" melalui studi yang ketat yang melibatkan ribuan pasangan. Karya mereka telah mengidentifikasi pola yang memprediksi keberhasilan atau kegagalan hubungan dengan akurasi lebih dari 90%. Di luar prestasi akademis mereka, komitmen pribadi mereka satu sama lain mencontohkan prinsip-prinsip yang mereka anjurkan. Dalam wawancara mereka dengan Duffy, mereka mengungkapkan bagaimana pernikahan mereka sendiri telah berkembang dengan menerapkan strategi yang sama yang mereka rekomendasikan kepada orang lain.
1. Bangunlah Landasan Persahabatan dan Rasa Hormat
Pasangan Gottman menekankan bahwa landasan dari setiap hubungan yang langgeng adalah persahabatan yang kuat. “Pasangan Anda harus menjadi sahabat terbaik Anda,” jelas Julie Gottman. Ini berarti menumbuhkan kebiasaan sehari-hari berupa kebaikan, humor, dan minat yang sama. Gerakan sederhana seperti mengingat lagu favorit pasangan atau merayakan pencapaian kecil memperkuat ikatan emosional. Namun, persahabatan bukan hanya tentang interaksi yang menyenangkan; persahabatan juga membutuhkan rasa hormat, bahkan selama konflik. “Rasa hormat bukanlah sesuatu yang Anda rasakan melainkan sesuatu yang Anda lakukan,” tambah John. Ini termasuk menghindari penghinaan (perilaku destruktif yang ia sebut sebagai “4 Penunggang Kuda Kiamat”) dan mempertahankan rasa ingin tahu tentang perspektif pasangan Anda.
2. Kembangkan Rasio Positif
Salah satu temuan Gottman yang paling sering dikutip adalah rasio positif 5:1 , sebuah konsep yang berasal dari karya psikolog Martin Seligman. Untuk setiap interaksi negatif (misalnya, kritik atau sarkasme), pasangan harus memiliki lima interaksi positif (misalnya, kasih sayang, rasa syukur, atau tawa bersama). “Positivitas bukan tentang menjadi sempurna,” Julie menjelaskan. “Ini tentang menciptakan budaya penghargaan.” Dia menyarankan praktik-praktik seperti saling menanyakan kabar di pagi hari, refleksi malam hari tentang hal-hal positif hari itu, atau meninggalkan catatan cinta. Tindakan-tindakan kecil ini mencegah penumpukan rasa dendam dan menumbuhkan rasa kemitraan.
3. Kuasai Seni Berargumentasi dengan Benar
Bertentangan dengan mitos yang melabeli konflik sebagai sesuatu yang tidak sehat, Gottmans berpendapat bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang tak terhindarkan dan, jika ditangani dengan baik, dapat memperkuat hubungan. Kuncinya terletak pada bagaimana pasangan berdebat. John mengidentifikasi empat perilaku yang dikenal sebagai "4 Penunggang Kuda" yang menghancurkan argumen: kritik, penghinaan, sikap defensif, dan sikap menutup diri. Misalnya, alih-alih menyerang pasangan Anda dengan frasa seperti "Kamu selalu lupa janji temu kita," ubah percakapan menjadi sebuah permintaan: "Saya merasa frustrasi ketika kita melewatkan rencana. Bisakah kita menemukan solusi bersama?"
John juga merekomendasikan pendekatan "awal yang lembut": mulailah diskusi dengan bahasa yang tidak konfrontatif dan hindari bahasa tubuh seperti memutar mata. "Ketika Anda tenang dan ingin tahu, Anda dapat mendengar sudut pandang pasangan Anda," katanya. Jika ketegangan meningkat, berhentilah sejenak bahkan sebentar untuk menenangkan diri. Tujuannya, Julie menekankan, bukanlah untuk "memenangkan" argumen tetapi untuk mencapai pemahaman bersama.
4. Kepercayaan dan Mengenal Pasangan Anda
Kepercayaan adalah landasan hubungan jangka panjang, dan keluarga Gottman menekankan pentingnya transparansi emosional. Julie menceritakan bagaimana dia dan John pernah menghabiskan waktu berjam-jam membahas ketakutan, masa kecil, dan nilai-nilai masing-masing sebuah latihan yang mereka sebut "peta cinta." Dengan memahami sejarah satu sama lain secara mendalam, mereka dapat mengatasi konflik dengan empati dan menghindari asumsi. "Ketika Anda mengetahui kisah pasangan Anda, Anda melihat reaksi mereka dari sudut pandang yang baru," jelas John.
Pasangan Gottman juga menyoroti peran "menanggapi" upaya pasangan untuk mendapatkan perhatian—baik itu senyuman, pertanyaan, atau lelucon bersama. Momen-momen kecil kebersamaan, menurut mereka, menciptakan cadangan niat baik yang mendukung pasangan melewati masa-masa sulit.
5. Kekuatan Pengampunan dan Pertumbuhan
Tidak ada pernikahan yang kebal terhadap kemunduran, tetapi pasangan Gottman menyarankan pasangan untuk fokus pada pertumbuhan jangka panjang daripada terus-menerus memikirkan dendam masa lalu. “Pengampunan bukan tentang melupakan; ini tentang memilih untuk tidak membiarkan rasa sakit kemarin mengendalikan masa depan Anda,” kata Julie. Ini termasuk bertanggung jawab atas kesalahan sambil memprioritaskan perbaikan. John menambahkan bahwa pasangan harus memandang hubungan mereka sebagai sebuah “proyek” dan “kesepakatan,” secara teratur menginvestasikan waktu dan upaya untuk beradaptasi dengan perubahan hidup.
Menerapkan Semuanya dalam Praktik
Nasihat dari keluarga Gottman bersifat praktis dan mendalam, menawarkan perpaduan antara sains dan hati. Bagi pasangan yang ingin memperkuat ikatan mereka, poin pentingnya adalah: Kesuksesan bukanlah tentang menghindari konflik atau keharmonisan sempurna melainkan tentang membangun kemitraan yang berpusat pada kasih sayang, komunikasi yang jelas, dan saling menghormati.
Seperti yang disimpulkan Gottman dalam wawancara mereka di How to Be a Better Human , “Cinta adalah pilihan yang Anda buat setiap hari.” Episode ini, bagian dari serangkaian video bonus dari podcast tersebut, menggarisbawahi bagaimana bahkan hubungan yang paling langgeng pun membutuhkan kesengajaan dan pertumbuhan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pasangan dapat mengubah tantangan pernikahan menjadi peluang untuk hubungan yang lebih dalam.
Di era di mana hubungan sering terasa transaksional, karya Gottman mengingatkan kita bahwa cinta yang abadi bukanlah sekadar takdir melainkan sebuah ilmu, seni, dan disiplin yang dapat dipelajari oleh siapa pun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar