COREinsight - Rabies adalah salah satu penyakit paling mematikan yang masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Memahami tanda, gejala, serta cara penanganan dan pencegahannya bisa menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa, baik manusia maupun hewan peliharaan.
Apa Itu Rabies?
Rabies adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, yang umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi seperti anjing, kucing, monyet, atau kelelawar.
Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat setelah gejala muncul.
Tanda dan Gejala Umum Rabies
Gejala rabies sering kali muncul secara bertahap. Pada awalnya terlihat ringan, namun bisa berkembang cepat menjadi kondisi serius.
Berikut tanda-tanda yang perlu kamu waspadai:
1. Demam Tinggi
Demam biasanya menjadi gejala awal yang muncul setelah virus mulai berkembang dalam tubuh.
2. Pusing dan Kelelahan
Penderita akan merasa lemah, lesu, dan kehilangan energi secara drastis.
3. Mual
Gangguan pada sistem saraf juga dapat memicu rasa mual hingga muntah.
4. Takut terhadap Cahaya, Air, dan Suara
Gejala khas rabies adalah: Hidrofobia (takut air) Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) mudah terkejut oleh suara, ini terjadi karena gangguan pada sistem saraf pusat.
5. Kelumpuhan Saraf
Pada tahap lanjut, penderita dapat mengalami kelumpuhan wajah dan kesulitan menelan serta karena gangguan pada leher dan tenggorokan
Pertolongan Pertama Saat Digigit Hewan
Jika kamu atau orang di sekitarmu tergigit hewan yang berpotensi rabies, lakukan langkah berikut secepat mungkin:
1. Cuci Luka dengan Air Mengalir
Gunakan air mengalir dan sabun selama 10–15 menit untuk membersihkan virus dari luka.
2. Gunakan Antiseptik
Setelah dicuci bersih, oleskan antiseptik atau obat merah untuk mencegah infeksi.
3. Segera ke Fasilitas Kesehatan
Jangan tunda! Segera pergi ke Puskesmas atau Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) atau penanganan medis lanjutan.
Cara Mencegah Rabies
Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari rabies. Berikut yang bisa dilakukan:
Vaksinasi Hewan Peliharaan
Pemilik hewan seperti anjing dan kucing wajib melakukan vaksinasi secara rutin.
Penanganan Hewan Terinfeksi
Hewan yang diduga rabies harus dikubur atau dibakar dengan kedalaman minimal 1 meter untuk mencegah penyebaran virus.
Hindari Kontak dengan Hewan Liar, jangan sembarangan menyentuh atau mendekati hewan liar yang menunjukkan perilaku agresif.
Cara Penularan Rabies
Rabies menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi, air liur yang masuk ke luka terbuka dan cakaran yang terkontaminasi virus.
Virus tidak menular melalui udara, tetapi sangat mudah menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi.
Asal Usul Virus Rabies
Virus rabies telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan berasal dari kelompok virus yang menyerang mamalia.
Anjing (penyebab utama di banyak negara), Kelelawar, Monyet menjadi reservoir alami virus ini.
Di banyak wilayah, rabies masih menjadi masalah kesehatan karena kurangnya vaksinasi dan pengendalian hewan liar.
_11zon%20(1).jpg)

_11zon%20(1).jpg)