Iklan

Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran

C O R E I N S I G H T
, Kamis, April 09, 2026 WIB
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


COREinsight - Melalui media sosial, Trump mengumumkan penangguhan rencana serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi dan jembatan Iran. Keputusan ini bersyarat: Iran wajib menjamin "PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN" di Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan energi dunia.


Gencatan senjata ini terjadi di tengah tekanan ekonomi dan politik domestik, terutama setelah penyiaran harga bensin di Amerika Serikat dan penurunan tingkat persetujuan Trump menjelang pemilihan paruh waktu. Tanggapan pasar pun terlihat instan; indeks saham melonjak sementara harga minyak dunia merosot setelah pengumuman tersebut.

Israel, melalui kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungan terhadap langkah Trump. Namun, gencatan senjata ini tidak berlaku bagi operasi Israel terhadap Hizbullah, kelompok militan pro-Iran yang terus terlibat dalam eskalasi konflik di Lebanon selatan.

Di Pentagon pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengonfirmasi bahwa operasi militer AS akan jeda selama masa gencatan senjata. “Pasukan gabungan tetap dalam posisi siaga, siap melanjutkan pengoperasian tempur jika diperintahkan atau diperlukan,” tegas Caine.

Meski begitu, Hegseth masih menyimpan detail mengenai poin-poin utama kesepakatan, seperti peran militer AS dalam mengawal kapal komersial di Selat Hormuz atau protokol transfer cadangan uranium Iran yang mungkin menjadi bagian dari.

Di sisi lain, konflik tetap membara. Rabu pagi, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi penduduk Lebanon selatan, menandakan rencana perluasan operasi. Menyikapi situasi yang kian tidak menentu, militer Lebanon mengimbau warganya untuk tidak kembali ke desa-desa di selatan yang kini telah diduduki oleh pasukan Israel.

 

Komentar

Tampilkan

Terkini